Saturday, December 16, 2006


ANAK YATIM ( 1 )

Allah subhanahu wata’ala menciptakan alam dengan segenap isinya, kemudian mengaturnya dengan kebijaksanaan, kemurahan, dan kasih sayang-Nya. Maka menjadi kewajiban setiap hambaNya adalah ta’at, bersyukur, bersabar, dan memohon rahmat serta ampunanNya.
Anak-anak yatim ditaqdirkan oleh Allah subhanahu wata’ala lahir dan berkembang tanpa bapa adalah berdasar kebijaksanaan Allah subhanahu wata’ala yang Maha Suci lagi Maha Tinggi. Ketiadaan orang tua bukan berarti kekurangan bagi mereka, akan tetapi terdapat banyak hikmah yang diatur oleh Allah subhanahu wata’ala di antaranya:

1. Sebagai anjuran bagi orang mukmin untuk saling tolong-menolong, saling memperhatikan dan cakna terhadap nasib bersama, terutama terhadap anak yatim.
2. Sebagai sarana kepada orang beriman untuk menghidupkan sunnah nabi dan menegakkan ajaran Allah subhanahu wata’ala, tentang perhatian terhadap anak yatim.
3. Sebagai gesaan kaum mukminin menuntut dirinya memenuhi janji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu duduk berdamping dengan beliau bagi sesiapa yang memelihara anak yatim.
4. Sebagai bukti kebenaran iman seorang mukmin dan ibadat mereka kepada Allah dengan memperhatikan anak yatim. .
5. Sebagai saluran memperhalus dan memperindah akhlaq kaum mukmin dengan cara bergaul dengan mereka/sebagai benteng kaum mukmin dari api neraka.

"Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad): Apakah yang akan mereka belanjakan (dan kepada siapakah)? Katakanlah: Apa jua harta benda (yang halal) yang kamu belanjakan maka berikanlah kepada: Kedua ibu bapa dan kaum kerabat dan ANAK-ANAK YATIM dan orang-orang miskin dan orang-orang yang terlantar dalam perjalanan dan (ingatlah), apa jua yang kamu buat dari jenis-jenis kebaikan, maka sesungguhnya Allah sentiasa mengetahuiNya (dan akan membalas dengan sebaik-baiknya)".
( سورة البقرة , Al-Baqara, Chapter #2, Verse #215)

No comments: