Tuesday, September 22, 2009

Berbuka di Taman

Walaupun Ramadhan telah berlalu, tapi saya mahu kongsi satu pengalaman puasa saudara-saudara kita di UK. Ada satu idea yang saya rasa cukup menarik untuk diketahui bersama. Article ini saya ambil dari islam online.net. Kali saya malas nak terjemah ke Bahasa Melayu, biarlah sauddara /i baca dalam tulisan asalnya.

Ramadan: A Festival for All

Iftar in the Park

London , 8 sept 09

By Emdad Rahman - UK Correspondent

The weekend saw Muslims and non-Muslims in North London and various locations of the UK come together to celebrate Iftar in the Park.

Breaking bread in unison at sunset is known as Iftar, the special evening meal that Muslims partake to break fast. Iftar is a crucial observance of Ramadan, and allows families, friends and associates to come together to break their fast as one. This particular Iftar "picnic with a twist," graced the green grass of Highbury Fields in North London.

Organiser Toyris Miah and his friend Enam, both 18, had spent literally a few weeks using Facebook, his phone, and email contacts to arrange an Iftar in the Park event. The gathering took place in a park, with the faithful in buoyant atmosphere. The mood was a good one, owing that it had been a particularly busy day.

Toyris had announced the event open to all individuals and communities, regardless of faith, colour or creed.

Twinned with the exciting event was a fundraiser for established British mainstream charity Muslim Aid, where many individuals and organisations had donated items for a charity auction.

"We are hoping to use the generosity of these great people here to raise money for those who will be affected by the harshness of the up-coming winter and other disasters in developing countries all over the world," Toyris told IslamOnline.net.

One Community

Nadia Sulijmanie had travelled from Edmonton spoke to IslamOnline, "This is lovely," said the college student. "This is a brilliant way for Muslims to interact with themselves and other communities. I’ve met old faces and networked. I’m thoroughly enjoying the entertainment."

Huda, 22, said, "From the idea of having just a simple picnic in the park with a few friends to break our fast, we’ve managed to organize a charity event involving the whole community and a pretty good one too!"

"On the day, I didn’t think we would be able to pull it off", said Toyris, the organizer.

"I thought maybe one or two people would turn up and the Muslim Aid official who came to collect the money would leave with a few pound coins; was I proven wrong!"

Firdausi, 20, turned up just before sunset; "it was beautiful, all the brothers and sisters were sitting down in a nice big group sharing out their food amongst each other. We prayed in the park and then got back to more eating. I wasn’t too hungry my self, the buzz of seeing more and more people turning up filled my stomach with an indescribable feeling; I was overwhelmed with joy."

Abdullah, 17, had travelled from South East London – "I’ve been petitioning the organisers Toy and Enam this evening to make this an annual event. Look at these lovely smiley faces around you "The warmth of the people here is brilliant. For a few hours Iftar in the Park has helped a few of us forget about our strives. Thank you, organisers."

"Religions, traditions and ways of life are misunderstood," said Amina 22.

"Iftar in the Park will help to break misconceptions and prevent barriers from rising further."

Performances and Competition

Muslim Belal attended Iftar in the Park and was in top vocal form, entertaining the crowd with a short inspiring talk and a special rap performance.

On a separate and entire different level, Toyris and Enam also did their own medley of nasheeds, accompanied by a set of corny jokes that were still received with much mirth and loud cheers.

Amongst other festivities, the organisers held a Halal Samosa competition (3 types), which was comically won by the only entrant, an unnamed female from North London. "

Toyris’ friend Enam was best pleased; "The comments that we got from everyone were mostly the same, they all had a positive message about the event and encouraged us to do it again next year.

"We didn’t think anyone would want to thank us for organizing a free picnic in the park but people seemed to love the idea. The young and old all brought together, united as one.

"Before leaving one of the guests approached Toyris and said "you know what you’ve, you’ve created a whole new thing, I want this again next year."

In all, the alcohol free event was a huge success.

Next Ramadan

Toyris, a student of London Met University is already planning for next year. "Insha Allah, mark my words we will be back next year, more organised, bigger, better."

The charity auction raised an impressive 300 pounds for Muslim Aid. Toyris thanked all his friends and supporters, particularly those who had donated time and goods for auction. "I thought the auction would be a failure but the tension started mounting once brothers and sisters started battling it out for some fragrances donated by Sunna Musk and a signed copy of Muslim Belals latest album Pray Hard, donated by him.

"The Iftar party felt like a camp out in the middle of London once Muslim Belal took to the stage, he enlightened us with his story of how he found Islam and then to our surprise he even performed for us; no mic, no speaker just his voice, it was beautiful!"

Toyris and his fellow organisers deserve commendation for their efforts, with the majority of the team arriving at the park early that morning.

Iftar in the Park was well attended, with a vibrant, colourful and multicultural crowd. In essence it was a Ramadan get together by an inventive group of youngsters and was a superb advert and rightful promotion of the real face of Muslims.

* A thank-you to all the Your Amanah volunteers: Emdad, Fatema, Farrukh, Pete, Shakir, Saim, Toklis, Russel, Mueen, Johura & Amina, Zara & Pakhtarya for all their help on the day.

If anybody is interested in contributing to next years Iftar in the Park then please get in touch with Toyris - toyrismiah@googlemail.com


Saturday, September 19, 2009

Wednesday, September 16, 2009

Berbuka Puasa di Masjidil Haram Makkah

MAKKAH, Lapangan di dalam dan di luar Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, pada bulan Ramadhan tahun ini menjadi tempat berbuka puasa terbesar di dunia.

Lebih dari 12.000 meter taplak meja dibentangkan setiap hari di areal Masjid tersebut untuk orang yang ingin berbuka puasa saat Maghrib tiba, demikian laporan wartawan organisa
si Kantor Berita Islam Internasional (IINA).
Orang-orang yang bertugas menyediakan makanan berbuka d
i Masjidil Haram mengatakan biaya setiap hari mencapai sekitar setengah juta riyal Arab Saudi (sekitar 134.000 dolar AS). Makanan tersebut disediakan oleh dermawan dan disajikan dengan bantuan petugas kebersihan.

Sementara untuk waktu berbuka puasa tak lebih dari 15 menit, mulai dari petugas menggelar taplak sampai pada pembersihan sisa makanan. Setelah itu, area tempat orang berbuka puasa dibersihkan secepat mungkin agar tersedia ruang untuk orang melaksanakan Shalat Maghrib.
Pemimpin Urusan Dua Tempat Suci Umat Muslim membagi lapangan di sekitar Masjidil Haram menjadi beberapa bagian dan menyiapkan tempat itu buat dermawan yang ingin menyediakan makanan berbuka buat orang-orang yang mengerjakan Puasa Ramadhan.

Santapan berbuka yang diberikan oleh para dermawan tersebut terdiri atas kurma, jus, susu dan kue, kata IINA. Kurma dan Air Zam Zam dibagikan lebih dulu sebelum saat berbuka. Jumlah kurma yang dikonsumsi setiap hari oleh orang yang berbuka puasa di Masjidil Haram diperkirakan berjumlah lebih dari 5 juta buah, kata IINA.
Sebanyak 1,2 juta orang Muslim yang mengerjakan shalat di Masjidil Haram, jumlah itu berarti sama dengan tiga kurma untuk setiap orang. Sementara itu, kata IINA, lebih dari dua juta botol Air Zam Zam dikonsumsi oleh orang Muslim selama berbuka puasa.

Di tempat Thawaf di dalam Masjidil Haram, taplak untuk berbuka puasa baru digelar pada saat mendekati waktu Maghrib agar tak menghalangi orang yang ingin menyelesaikan Ibadah Thawaf sebelum masuk waktu Maghrib, kata IINA.
Makanan berbuka puasa di dalam Masjidil Haram berbeda dengan yang disajikan di luar masjid. Orang tak diperkenankan membawa makanan selain kurma dan kopi ke dalam Masjidil Haram untuk memelihara kebersihan di daerah salah satu Masjid Suci Umat Muslim tersebut.

Monday, September 14, 2009

Turki ; Berbuka Puasa di kiri Minum beer di kanan

Inilah cerita tentang kota Istanbul, Turki, di bulan Ramadhan. Di sepanjang jalan kawasan Kodikoy Carsi, banyak sekali restoran dan cafe bernuansa perpaduan Eropa dan Asia.

Orang berlalu-lalang dengan macam ragam penampilan. Ada wanita cantik berpakaian seronok berjalan glendotan dengan lelaki berkaos oblong dan bercelana jeans belel. Ada yang anggun berjilbab beriringan dengan pria berjanggut berbaju gamis. Turis-turis asing juga hilir mudik di sana.

Menjelang adzan maghrib, inilah yang hanya terjadi di Turki: Muslim yang berbuka puasa harus berbaur dengan kelompok sekuler di restoran kawasan Kodikoy Carsi.
Restoran yang menyediakan iftar (hidangan buka puasa) juga menyajikan bir, anggur dan minuman keras lainnya. Yang buka puasa di meja kiri, yang minum bir di meja kanan.
"Inilah keunikan negeri kami," kata Erhan Takepe, warga Turki yang menjadi staf lokal KBRI Ankara.
Ini menarik karena di Turki, seperti dikemukakan wartawan Turkish Daily News Mustafa Akyol, iftar dan minuman keras mewakili dua hal yang berbeda 180 derajat, bahkan mendorong terjadinya konflik budaya.

Muslim Turki yang taat menganggap alkohol haram, bukan hanya meminumnya, tapi sekedar menggunakan minyak wangi beralkohol juga dijauhi.
Tapi, warga Turki lain yang sekuler, menganggap minum minuman keras, termasuk di bulan Ramadhan, adalah hal yang lumrah saja. Hanya sedikit yang berhenti minum-minum untuk menghormati warga yang puasa.

Dari 70 juta jiwa penduduk Turki, mayoritas beragama Islam, meskipun sebagian hanya "Islam KTP". Menurut Mustafa Akyol, sebanyak 60 persen dari total populasi Muslim Turki menjalankan puasa. Artinya, 40 persen lainnya bebas makan minum di bulan Ramadhan.

Yang berpuasa dan tidak berpuasa bisa jalan beriringan. Inilah hebatnya atau anehnya Turki. Kalau di Indonesia, orang makan minum di jalan waktu Ramadhan pasti sudah ditonjok, paling tidak ditegur.
"Di Turki, yang berpuasa dan yang tidak puasa, saling tidak peduli," kata Erhan yang sudah hampir 15 tahun bekerja di KBRI.
Tak ada pembatas

Necmi Oscan, pelayan restoran Kofte & Balikevi, mengatakan pihaknya selain menyajikan iftar bagi yang puasa, juga menjual minuman keras dari mulai bir, anggur, sampai vodka. Pengunjung restoran bisa duduk dimana saja mereka suka. Tidak ada pembatasan ruangan untuk yang Muslim dan yang sekuler.
"Di Turki tidak ada masalah. Yang puasa silahkan berbuka, sementara temannya menenggak bir. Mereka duduk di meja yang sama. Tidak peduli, semua senang. Ini Turki kawan, bukan Indonesia," kata Oscan.

Turki sampai saat ini masih sangat kuat memegang sekularisme. Terhitung, sejak ambruknya Khilafah Islamiyah Turki tahun 1924, negeri itu menjadi simbol sekulerisme dipelopori pendiri Turki sekuler, Mushtafa Kamal Ataturk.
Di negeri itu, masalah agama dipisahkan dari masalah kenegaraan dan kemasyarakatan. Agama menjadi wilayah pribadi sehingga tidak penting bagi negara dan pemerintah mengurusi pelaksanaan ibadah puasa atau haji.

Oleh karena itu di Istanbul, misalnya, tidak pernah ada aturan dari kantor walikota untuk menutup tempat hiburan atau melarang penjualan minuman keras selama Ramadhan.
Tidak pula ada kelompok massa yang merusak bar, pub, karaoke, panti pijat, atau diskotik.

Akan tetapi tidak ada pula yang meramaikan bulan suci secara berlebihan dengan spanduk-spanduk "Marhaban Ya Ramadhan", televisi-televisi yang hingar bingar dengan acara bernuansa Ramadhan atau orang-orang di kampung yang membangunkan sahur dengan menabuh beduk, kentongan atau tiang listrik.

Itulah suasana bulan ramadhan di Istanbul, Turki. Apa yang terjadi di kawasan Kadikoy Carsi mungkin bisa menunjukkan prototipe Turki sekarang ini. Seperti dikemukakan Adnan Oktar, cendikiawan Muslim yang di dunia lebih dikenal dengan nama pena Harun Yahya, Turki kini berada di persimpangan jalan.

Apakah negeri itu akan kembali meraih kejayaan Ottoman Empire di masa lalu atau melesat menjadi bangsa Barat yang bebas di masa depan.
"Islam kembali bangkit di Turki, dan negeri ini siap mendorong renaissance Muslim di Eropa," katanya.

Sangat khawatir
Bagi kaum sekularis, mereka makin banyak melihat wanita-wanita berjilbab di tempat umum. Mereka menjadi sangat khawatir Turki akan menjadi Iran atau Arab Saudi.
Sebaliknya, kaum Muslim konservatif, terus-menerus mengeluh adanya erosi moral dan nilai-nilai keluarga serta berkembangnya budaya hedonisme di masyarakat Turki.

Mustafa Akyol melihat Turki sekarang berada di tengah-tengah. Negeri itu belum seperti Teheran, bukan pula seperti Amsterdam. Turki kini menjadi, meminjam istilah kolumnis Haluk Sahim, sebuah "strangeland". Negeri yang unik dan aneh, negeri yang bukan ini dan bukan itu.
Yang jelas, Turki masa kini adalah sebuah negeri yang memiliki masyarakat heterogen dan penuh warna, yang mengalami kehidupan bersama (Islam, Nasrani, Yahudi) secara damai selama 500 tahun.

Kodikoy Carsi merupakan miniatur Turki dimana terdapat kehidupan damai antarwarga yang berbeda serta berlainan agama. Hanya di Kodikoy Carsi, santri dan abangan bisa berdampingan. Hanya di Kodikoy Carsi yang beriman dan pendosa, fundamentalis dan sekularis, bisa bersenda gurau.
Karena hanya di Kodikoy Carsi di masa Ramadhan ini, orang bisa buka puasa dengan khidmat tanpa terganggu dengan pendosa yang menenggak minuman keras. Iftar di kiri, bir di kanan, tidaklah menjadi masalah. Ini Turki, bung!(*)

dipetik dari berita Antara , Indonesia.

Sumbangan Aidilfitri kepada Guru PASTI Kawasan Dungun

Dungun, 24 Ramadan 1430H
PASTI Kawasan Dungun bersama Lujnah Kebajikan, Dewan Pemuda PAS Kawasan Dungun telah menyempurnakan tugas murni menyampaikan sumbangan Aidil Fitri kepada semua guru-guru PASTI seluruh qaryah di daerah Dungun.

Pengerusi PASTI Kawasan Dungun, Sdr Khairul Ismail sempat meluangkan masa meyampaikan sumbangan tersebut kepada PASTI-PASTI di Dun Rantau Abang. Manakala penyelaras-penyelaras PASTI Dun Bukit Besi, Paka & Sura telah menyampai sumbangan kepada guru-guru PASTI di qaryah masing-masing.

AJK Pengurusan PASTI Kawasan Dungun mengucapkan,
Selamat Menyambut Aidil Fitri kepada guru-guru PASTI

Ramadan 1430H.. Kami PASTI Merinduimu....

Puisi Rindu Ramadan

Tak terasa Ramadan hampir pergi
Tafakkur aku dan menangis
Di bawah sejadah yang terbentang
Betapa rindu yang akan mendera

Ketika Ramadan hampir pergi
Dapatkah aku menggapai mu lagi
Menemui mu, menjalankan ibadah dengan nikmat
Kerana kerinduan terpendam di jiwa

Ketika Ramadan hampir pergi
Sujud ampunan yang tak terhingga
Ketika akan bergema Aidilfitri dipenjuru dunia
menyambut dengan gembira

Ketika Ramadan hampir pergi
Ingin rasa nya lebih dekat dengan Mu
Dengan segala kekurangan
Untuk menemui Mu dengan jiwa yang bersih
Ya Rabb berilah hamba Mu ini untuk merasainya lagi
hari hari yang indah didalamnya
Dengan beribadah, bertadarus, bertarawikh dan lailatul Qadar
Dengan kerinduan segenap jiwa

Ya Ramadan 1430H..... Kami PASTI Merindui mu....

Sunday, September 13, 2009

Nuzul Al Quran MGP Dungun

Gong Pasir, 17 Ramadan 1430H
Majlis Guru PASTI (MGP) Kawasan Dungun telah memanfaatkan cuti Nuzul Quran pada 17 Ramadhan 1430 dengan mengadakan majlis tadarus dikalangan guru-guru PASTI. Program tersebut telah diadakan di PASTI qaryah Gong PASIR.

Sementara itu pihak pengurusan PASTI Kawasan Dungun telah menyampaikan sumbangan Aidilfitri kepada guru-guru PASTI sebagai penutup kepada majlis tadarus tersebut. Sumbangan telah disampaikan oleh Sdr. Khairul Ismail, Pengerusi PASTI Kawasan Dungun.

7 September 2009 / 17 Ramadan 1430H

Saturday, September 12, 2009

Iftar PASTI Dun Paka

Paka, 17 Ramadhan 1430H
Jawatankuasa Penyelaras PASTI DUN Paka (dengan kerjasama PASTI Kawasan Dungun) telah mengadakan majlis berbuka puasa di Masjid Pinang Merah. Program tersebut melibatkan Jawatankuasa PASTI qaryah-qaryah dalam DUN Paka, guru-guru, ibubapa, pelajar-pelajar PASTI serta masyarakat setempat. Turut hadir di majlis iftar itu ialah Ketua Dewan Pemuda PAS Kawasan Dungun Ustaz Jamaludin Jusoh, Pengerusi PASTI Kawasan Dungun Sdr Khairul Ismail, Bendahari PASTI Kawasan Dungun Sdr A Ramzi Abdullah dan beberapa orang AJK PAS Kawasan Dungun.

Ust. Jamaludin Jusoh telah menyampaikan tazkirah ramadhan sebelum waktu berbuka.

Juadah berbuka puasa telah disediakan oleh guru-guru PASTI DUN Paka.

17 Ramadan 1430H / 7 Sep 09

Thursday, September 10, 2009

Wednesday, September 09, 2009

Puasa dan Raya Di Mesir vs Malaysia

1. Shahrul Quran

Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Quran. Apa jua amalan akan digandakan pada bulan tersebut. Rakyat Mesir tak kira tua muda, apa jua pangkat dan pekerjaan, tak kira di mana jua, akan kelihatan membaca Al-Quran sepanjang bulan Ramadhan. Pemandangan seorang pemuda berseluar jean dan berkemeja 't' yang tertulis pelbagai tulisan barat, membaca Al-Quran di dalam bas dan pengangkutan awam lain, bukanlah satu keadaan yang pelik.

Di Malaysia, kadang kala ada pertandingan Tilawah Al-Quran pada bulan Ramadhan. Ada disiarkan secara langsung di TV. Tadarrus juga diadakan di kebanyakan masjid dan surau. Ada juga disiarkan di TV di akhir malam, ketika kebanyakan kita telah masuk tidur. Siaran tertunda dari Masjidil Haram juga disiarkan, walaupun tertunda diadakan pada pukul 2 pagi. Kalau kita membaca Al-Quran di dalam bas atau di tempat-tempat awam, pasti timbul persoalan di benak pemikiran masyarakat, kalau pun tidak bersangka buruk.

2. Ihya' Layalir Ramadhan

Masyarakat Mesir akan berpusu-pusu ke Masjid "sepanjang" bulan Ramadhan untuk mengerjakan tarawih. Biasanya jemaah yang bersolat akan melimpah ke tepi jalan luar masjid. Keadaan kesesakan lalu lintas ketika hampir dengan Masjid setiap malam Ramadhan adalah pandangan biasa. Tazkirah antara tarawih oleh mereka yang ahli, diberikan begitu bersemangat dan ilmiah, menerangkan kelebihan dan kemuliaan Ramadhan. Kebanyakan masjid juga akan menkhatamkan Al-Quran dalam Tarawih. Tahajjud dan Iktikaf amat subur sepanjang Ramadhan di masjid-masjid, terutamanya di malam-malam akhirnya.

Muslimin di Malaysia memenuhi masjid untuk bersolat Tarawih. Kebanyakan masjid juga penuh. tapi sayangnya hanya di hari-hari awal Ramadhan. Bertambahnya hari puasa, makin berkuranglah bilangan saf di masjid. AdaAda juga yang cuba membuat tazkirah, namun kebanyakannya terhalang oleh pihak tertentu. Tahajjud dan Iktikaf hanya dilakukan oleh beberapa masjid sahaja. Maklumlah akhir Ramadhan tentu sibuk dengan pesiapan hari raya bukan?
juga masjid-masjid yang mengkhatamkan Al-Quran.

3. Sumbangan dan Infaq

Masyarakat Mesir cukup terkenal dengan sifat pemurahnya di bulan Ramadhan. Majlis berbuka puasa untuk umum diadakan di mana-mana, hatta di taman bunga. Pendek kata, sepanjang bulan Ramadhan jika anda tidak mahu memasak untuk berbuka puasa tiada masalahnya. Selain itu, jika anda di dalam perjalanan ketika azan maghrib berkumandang, usah risau. Pastinya di tepi-tepi jalan kelihatan mereka yang akan membahagi-bahagikan kurma dan minuman untuk berbuka. Sumbangan untuk para penuntut ilmu juga bertambah-tambah di bulan Ramadhan. Biasanya dalam bentuk barangan dapur, seperti minyak masak, gula, beras dan lain-lain. Para fakir dan miskin juga akan menerima habuan masing-masing di bulan Ramadhan. Pendek kata, Ramadhan dipenuhi disambut dengan begitu meriah bagi mereka.

Di Malaysia, kadang-kala ada juga diadakan majlis berbuka puasa untuk mereka yang tertentu. Tetapi kebanyakan fakir miskin masih terpinggir. Sesetengah masjid ada juga mengadakan majlis berbuka puasa untuk umum. Namun begitu bilangannya masih sedikit. Jika anda ingin membahagi-bahagikan kurma dan minuman di tepi-tepi jalan ketika waktu berbuka, anda mungkin dianggap tidak siuman, atau paling tidakpun, tiada yang sudi menerimanya. Bawalah bekalan sendiri jika merasa perlu berbuka dalam perjalanan. Masing-masing fikirkan diri sendiri.

4. Suasana

Sejak zaman berzaman, menjelang Ramadhan, rumah-rumah dan jalan-jalan akan diterangi oleh sejenis lampu yang dipanggil Fannusah. Ia merupakan sebuah kotak plastik berwarna-warni dan diletakkan lampu di dalamnya. Banyak rumah dan kedai meletakkannya. Selain itu, rakyat Mesir yang gemar bertengkar dan bergaduh juga akan reda amarahnya dalam bulan Ramadhan. Ketika baru ingin memulakan pertengkaran, jika diingatkan akan Ramadhan, maka berdamailah mereka. Kita juga akan saling mengucapkan tahniah dan doa sesama kita setiap kali bertemu.

Masyarakat Malaysia juga akan menerangkan rumah mereka dengan lampu kelip atau pelita, bukan untuk Ramadhan, tetapi kerana tidak sabar untuk berhari raya. Dari sebelum Ramadhan, jualan-jualan murah untuk hari raya kelihatan di sini sana. Iklan-iklan dan lagu-lagu di TV serta radio semuanya bertemakan hari raya. Seolah-olah terlupa "Puasa dulu, baru raya!"

5. Hari raya

Hari raya disambut sederhana di Mesir. Ada juga pakaian baru, hadiah raya (tak semestinya berbentuk duit) untuk kanak-kanak (dan dewasa juga dalam sesetengah keadaan), dan siaran khas di TV. Mereka akan mengucapkan tahniah kepada sesama mereka dengan datangnya hari raya. Solat sunnah Hari Raya biasanya diadakan di tempat-tempat lapang seperti di stadium dan dataran. Begitu ramai sekali jemaah yang hadir. Sebelum solat disunnatkan bersarapan dahulu (untuk aidil fitri), maka ada yang membahagi-bahagikan kurma sambil kita bertakbir. Takbir dibacakan dengan semangat dan beramai-ramai.

Hari raya disambut dengan begitu meriah di Malaysia. Tua, muda, miskin dan kaya semuanya menyambutnya dengan gembira, walau Ramadhan belum tentu terisi dengan baik. Kanak-kanak paling gembira kerana tidak dianggap peminta sedekah jika datang dari rumah ke rumah walau jauh dan tak dikenali untuk mengutip duit raya. Tak cukup rasanya ruang untuk menceritakan sambutan hari raya di Malaysia. Masing-masing dari kita memahaminya.

Persamaan: Persamaan yang ketara adalah apabila habisnya Ramadhan di Mesir dan Malaysia maka semuanya berjalan kembali seperti biasa. Amalan akan berkurangan secara drastik sekali.

Secara keseluruhannya masih banyak lagi ruang yang boleh diperbaiki di tempat kita. Bersama-samalah kita mencantikkan lagi suasana Ramadhan dan Eidul Fitri masyarakat kita. Dari kita bercakaran bilangan rakaat Tarawih, selawat antara solat, dan pelbagai perkara kecil dan khilafiah lain, lebih utama kita menyebarluaskan kefahaman yang betul dalam menghadapi Ramadhan dan hari raya. Mulakanlah dari sekarang bagi Ramadhan yang akan datang.

Ana hanya menyebutkan gambaran-gambaran di atas hanya secara umum dan bukan di tempat-tempat tertentu yang mungkin ada pengecualian.

sumber : http://aljoofre.blogdrive.com/archive/113.html

Puasa tak Jejas Perkembangan Bayi dalam Kandungan

Kajian kesihatan mendapati ibu mengandung yang berpuasa tidak menjejaskan kandungan walaupun kadangkala tidak selesa terutama pada tahap tiga bulan pertama kandungan.

Pakar Perbidanan dan Sakit Puan Hospital Pakar Ampang Putri, Dr Ariza Mohamed, berkata ibu hamil masih boleh berpuasa kerana ia tidak memberi kesan kepada perkembangan bayi.
“Ibu mengandung boleh berpuasa, membaca al-Quran terus menerus dan doa untuk kesihatan bayi dalam kandungan,” katanya yang tidak menafikan cabaran ibu mengandung terutama loya, muntah, pening dan gastrik pada tiga bulan pertama menyebabkan badan kekurangan air hingga ada terpaksa menerima rawatan di hospital.

Beliau berkata demikian pada seminar Penghayatan Ramadan anjuran Institut Latihan Islam Malaysia (ILIM) Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) dengan kerjasama Hospital Pakar An Nur dan Persatuan Perubatan Islam Malaysia di Bangi, baru-baru ini.
Dr Ariza berkata, proses dehidrasi menjadikan ibu lemah, berat berkurangan tetapi biasanya keadaan itu tidak menjejaskan bayi. Begitu juga bagi ibu pada peringkat tiga bulan terakhir terpaksa berhadapan dengan keletihan, sukar untuk fokus, tidak dapat tidur dengan baik dan berat badan mungkin statik atau berkurang.
“Dalam keadaan itu bayi tidak terjejas kerana mereka mendapat cukup makanan daripada ibu. Jika mampu ibu mengandung boleh berpuasa tetapi boleh berbuka apabila mengalami muntah yang teruk. Cuma dari segi menggantikan puasa, ada perbezaan pendapat,” katanya.

Beliau berkata, risiko ibu yang menyusukan anak apabila berpuasa ialah kurang susu dan menyebabkan anak menangis. Sedangkan susu ibu adalah makanan lengkap bayi dan WHO menyarankan enam bulan pertama eksklusif susu ibu tanpa dicampur susu formula.
“Bagi ibu menyusukan anak, dibolehkan berbuka puasa seperti ibu mengandung. Cuma bagi yang mengandung, ada berpendapat tidak perlu berpuasa tanpa berusaha sedangkan Ramadan memberi banyak manfaat,” katanya sambil menasihatkan wanita hamil melewatkan sahur, makan tamar serta susu ketika sahur dan makanan tinggi serat, berehat tengah hari dan memastikan berbuka dengan makanan yang memberi tenaga segera.

Sementara itu, Pakar Perunding Perubatan Hospital Pakar An Nur, Dr Norshinah Kamarudin meminta penghidap kencing manis bersahur, jangan melewatkan berbuka dan tidak makan berlebihan. Pesakit boleh mengubah dos ubat. Jika dos biasa diambil waktu pagi boleh ditukar kepada berbuka sementara dos diambil sebelum makan malam ditukar kepada waktu bersahur.
“Pengubahsuaian dos insulin perlu dilakukan dengan bimbingan doktor selain melakukan ujian tahap gula dalam darah pada waktu tertentu seperti sebelum bersahur, tiga hingga empat jam kemudian atau sebelum berbuka dan tiga hingga empat jam selepas itu.
“Minum cukup air, menggantikan air selepas buang air dan elak minuman manis,” katanya.

Saturday, September 05, 2009

Mourinho dikecam kerana kritik Puasa

MILAN - Jose Mourinho sempat mendapatkan cercaan soal puasa di bulan Ramadan yang yang dijalani Sulley Muntari. Namun, arsitek Inter Milan itu mencoba membela diri dengan menyalahkan pihak pers.

Mourinho mengkritik penampilan Muntari yang dinilai kurang bertenaga karena tetap menjalankan puasa di bulan Ramadan ini. Itu dilakukan The Special One ketika Inter ditahan Bari 1-1 pada laga perdana.

Praktis, pernyataan Mourinho itu membuat ormas islam di Italia geram. Menurut laporan media massa di Italia, mereka mengecam ucapan pelatih asal Portugal itu diberbagai situs.

"Jika, ada sesuatu yang terjadi kepada saya, maka Andalah yang bertanggung jawab. Situasi yang terjadi dengan Muntari adalah kesalahan Anda," cetus Mourinho kepada wartawan menjelang duel derby Milano: Inter vs Milan.

"Saya tahu apa yang saya katakana. Saya bilang: Anda tidak bisa mengkritik keputusan Muntari ini mengenai masalah kepercayaan dan agama," lanjut mantan arsitek Chelsea itu dikutip Reuters, Sabtu (29/8/2009).

"Itu artinya saya menerimanya, saya tidak pernah mengatakan Muntari harus meninggalkan kepercayannya. Jika, komunitas Islam menyerang saya, maka itu karena salah Anda," tandasnya.

Wednesday, September 02, 2009

Tuesday, September 01, 2009

Amalan di Bulan Ramadhan

"Bulan Ramadhan bulan yang berkat
Bulan rahmat dan bulan utama
Pahala digandakan do'a diterima
Bulan Lailatul Qadar yang istimewa"

Begitulah rangkap nasyid lama yang masih segar dalam ingatan saya. Keistimewaan bulan Ramadhan yang diberikan oleh Allah S.W.T. kepada hamba-hambaNya yang beriman. Tanda rahmat dan kasih sayang Allah pada hambaNya. Bukti Allah tidak pernah mengabaikan kehidupan hambaNya setelah hambanya dicipta. Berikut saya senaraikan antara amalan yang boleh kita lakukan sepanjang Ramadhan ini, dalam meraih dan cintaNya.

  • Jangan luput mengerjakan solat sunat Tarawih dengan berjamaah dan bertahajjud di setiap malam;
  • Perbanyakkan sedekah, memberi hidangan berbuka kepada mereka yang berpuasa;
  • Tetap berjamaah pada setiap solat fardhu, iktikaf di masjid dan membaca Al-Quran;
  • Perbanyakkan bacaan : "Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku mohon kepadaMu akan syurga dan aku mohon perlindunganMu dari neraka". Ketika hendak berbuka atau bila-bila sahaja;
  • Juga perbanyakkan do'a sebagaimana yang disuruh oleh Nabi s.a.w. kepada Aisyah : "Ya Allah, sesungguhnya Engkau pemaaf, suka memberi maaf, maka berilah kemaafan bagiku";
  • Sewaktu berbuka bacalah : "Ya Allah, keranaMu aku berpuasa, dan atas rezekiMu pula aku berbuka dengan rahmatMu, wahai Yang pengasih di antara yang pengasih"
  • Digalakkan menyambut kedatangan Ramadhan dengan do'a : "Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Mengasihani. Segala puja dan puji bagi Allah yang telah memuliakan kami dengan naungan bulan Ramadhan, yang turun padanya malaikat-malaikat dan roh-roh yang mulia. Selawat dan salam atas junjungan kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya yang mulia. Kami mohon kepadaMu ya Allah, pemeliharaan, keamanan memasuki bulan Ramadhan dan tetapkanlah kami berpuasa Ramadhan. Rahmatilah kami dan berkatilah dalam berpuasa Ramadhan dan perbaikilah segala keadaan kami dan akhlak kami serta sekalian amal kami dalam bulan Ramadhan. Ya Allah, lanjutkan usia kami ini dengan berkat Ramadhan dan jadikanlah puasa kami ini mengikuti segala puasa yang dipuasakan oleh Nabi kami Muhammad s.a.w. dengan rahmatMu, ya Tuhan yang Maha Pemurah dan Mengasihani. Kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan segala puja dan puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
"Bermusafir & Berjuanglah"

Kurma: Keajaiban & Manfaat Ketika Berbuka


Tidak salah lagi, kurma sudah pasti jadi makanan favorit khas Ramadhan. Sebagai makanan pembuka, kurma memang berada di urutan paling atas yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. Tapi kita mungkin belum begitu mengetahui ada apa di balik buah kurma itu sebenarnya. Manfaat apa saja yang ada dalam buah kurma sehingga Rasul yang menganjurkan kurma sebagai salah satu menu buka puasa kita?

Sejarah kurma

Kurma berasal dari jazirah Arab (Timur Tengah), dan nama latinnya adalah Phoenix dactilyfera. Dinamakan begitu konon karena memang ada hubungannya dengan burung Phoenix yang bisa bereinkarnasi setiap kali ingin mati - Ini kepercayaan orang Mesir dan Yunani kuno.

Beberapa tahun ini, beberapa peneliti Israel mulai melirik untuk membudidayakan pohon kurma (seperti dilansir LiveScience.com). Israel menanam biji kurma yang usianya sampai 2000 tahun. Sampai sekarang, nih pohon baru setinggi 30 cm. Rencananya sih mereka bakal meneliti DNA pohon itu biar tahu bisa tidak pohon zaman purba memberikan manfaat buat kehidupan modern.

Manfaat kurma

Banyak manfaat kurma yang baru terkuak di zaman ini, khususnya buat kesehatan. Dari Salman ibn ‘Aamir, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian akan berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada, maka dengan air karena air itu bersih dan suci.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Kenapa mesti kurma? Jika kita berbuka puasa, organ pencernaan kita (khususnya lambung) butuh sesuatu yang lembut biar bisa bekerja lagi dengan baik. Jadi makanannya harus yang mudah dicerna dan juga mengandung gula dan air dalam satu makanan. Tidak ada makanan yang mengandung gula dan air yang lebih baik daripada yang disebutkan oleh hadits Rasul. Nutrisi makanan yang paling cepat bisa dicerna dan sampai ke darah itu adalah zat gula, terlebih makanan yang mengandung satu atawa dua zat gula (kalau tidak glukosa, ya sukrosa).

Nah, untuk hal ini kurma adalah makanan yang paling baik. Kurma mengandung zat gula yang tinggi yaitu antara 75-87% dan glukosanya sebanyak 55%, fructose (fraktosa) 45% lebih tinggi dari jumlah protein, minyak dan beberapa vitamin (seperti vitamin A, B2, B12), dan sejumlah zat penting laen kayak kalsium, phosphor, potassium, sulfur, sodium, magnesium, cobalt, seng (zinc), florin, nuhas (tembaga), salyolosa, dan sebagainya. Fraktosa bakal diubah jadi glukosa dengan cepat dan langsung diserap oleh organ pencernaan, lantas dikirim ke seluruh tubuh, khususnya ke organ-organ inti seperti otak, syaraf, sel darah merah, dan sel pembersih tulang.

Seperti yang kita ketahui, di ujung puasa kita setiap harinya, glukosa dan insulin dalam darah yang datang ke katup hati akan bergetar. Artinya proses buka puasa kita bakal meminimalisir pemakaian glukosa yang diambil dari organ hati dan sel-sel ujung (seperti otot-otot en sel syaraf) jadi sesuatu yang bisa menghilangkan setiap zat yang terkandung dalam gelokogen hati. Saat-saat seperti ini, organ-organ sangat bergantung untuk mendapatkan energi dari CO2 (karbondioksida) kimiawi dan oksida glukosa yang terbentuk dalam hati dari asam amino dan gleserol.

Jadi, melentur dan memanjangnya organ penyerap makanan jadi sangat berarti. Maksudnya, penyerapan glukosa yang cepat di dalam katup pembuluh darah vena di hati akan masuk ke dalam organ hati untuk pertama kalinya, kemudian masuk ke sel otak, organ pencernaan, otot-otot, dan seluruh jaringan tubuh yang laen. Makanya, zat gula itu makanan terbaik buat tubuh karena bisa menghentikan oksidasi karbon kimiawi, memangkas zat-zat berbahaya dalam tubuh, dan bisa meminimalisir lemahnya serta gemetarnya organ pencernaan. Cukup rumit ya?

Dr. Hissam Syamsi Basya dalam tulisannya menjelaskan berdasarkan penelitian biokimia, satu kurma yang kita makan itu mengandung air 20-24%, gula 70-75%, 2-3% protein, 8,5% serat, dab sedikit sekali kandungan lemak jenuhnya (lecithine). Lain lagi dengan kurma mengkel (atau Ruthab) yang mengandung 65-70% air, 24-58% zatgula, 1,2-2% protein, 2,5% serat, dan sedikit mengandung lemak jenuh. Dr. Ahmad Abdul Ra’ouf en Dr. Ali Ahmad Syahhat pernah melakukan penelitian kimiawi dan fisiologi terhadap kurma, hasilnya? Menakjubkan! Cuba lihat :

1. Jika kita buka puasa dengan kurma ruthab atawa tamar, persentase kandungan zat gula kita akan naik, artinya bisa membantu mengilangkan penyakit anemia (kurang darah). Oya, ruthab itu artinya kurma yang mengkel, yang masih segar, dan juga matang di pohon. Nah, kalo tamar itu kurma matang kering yang banyak terdapat di Indonesia (misalnya yang banyak dijual di Pasar Tanah Abang, Jakarta).
2. Waktu lambung kosong karena tidak makan seharian, pas buka, lambung, akan lebih gampang mencerna dan menyerap makanan kecil yang mengandung gula, malah lebih cepat dan maksimal lagi.
3. Kandungan zat gula dalam ruthab dan tamar (tentunya dalam bentuk kimia sederhana) menjadikan proses pencernaan di lambung jadi sangat mudah, soalnya 2/3 zat gula yang ada dalam tamar dan ruthab bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang singkat.
4. Selain itu, kita juga tidak perlu minum banyak-banyak lagi sewaktu buka jika kita makan ruthab atau tamar, karena sudah mengandung air 65-70%?! Tetapi sangat tidak dilarang untuk minum pun.

Subhanallah. Tidak heran jika Rasulullah menganjurkan kurma sebagai salah satu makanan pembuka puasa kita yang utama.